{"id":312,"date":"2025-07-08T16:33:14","date_gmt":"2025-07-08T09:33:14","guid":{"rendered":"https:\/\/www.ibnews.com\/id\/?p=312"},"modified":"2025-07-08T16:33:14","modified_gmt":"2025-07-08T09:33:14","slug":"peringkat-daya-saing-indonesia-turun-13-peringkat-di-global-competitiveness-ranking-imd","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/www.ibnews.com\/id\/2025\/07\/08\/peringkat-daya-saing-indonesia-turun-13-peringkat-di-global-competitiveness-ranking-imd\/","title":{"rendered":"Peringkat Daya Saing Indonesia Turun 13 Peringkat di Global Competitiveness Ranking IMD"},"content":{"rendered":"<p>Daya saing global Indonesia mengalami penurunan tajam, turun 13 peringkat ke posisi ke-40 dalam Peringkat Daya Saing Dunia (WCR) 2025 yang dirilis oleh Pusat Daya Saing Dunia (WCC) IMD baru-baru ini. Negara ini kini tertinggal dari negara tetangganya, Malaysia, yang naik 11 peringkat ke posisi ke-23 secara global.<\/p>\n<p>Indonesia sebelumnya telah mengalami peningkatan yang stabil dalam beberapa tahun terakhir, naik dari posisi ke-44 pada tahun 2022 menjadi posisi ke-34 pada tahun 2023, dan kemudian ke posisi ke-27 pada tahun 2024, sebelum mengalami kemunduran yang signifikan ini.<\/p>\n<p>Peringkat tahunan ini mengevaluasi negara-negara berdasarkan empat pilar utama: kinerja ekonomi, efisiensi pemerintah, efisiensi bisnis, dan infrastruktur. Indonesia berada di peringkat ke-24 dalam kinerja ekonomi, ke-34 dalam efisiensi pemerintah, dan ke-26 dalam efisiensi bisnis, tetapi terus tertinggal dalam infrastruktur, menempati posisi ke-57.<\/p>\n<p>\u201cIndonesia dihadapkan pada integrasi peta strategis dari hulu ke hilir. Indonesia perlu mengembangkan tenaga kerja produktif yang mampu meningkatkan daya saing dalam ekonomi global,\u201d ungkap Lembaga Manajemen, Fakultas Ekonomi dan Bisnis, Universitas Indonesia (LM FEB UI), mitra riset lokal IMD.<\/p>\n<p>Arturo Bris, Direktur WCC, mencatat bahwa meskipun Asia terus berkinerja baik dalam hal peluang ekonomi, tekanan eksternal sangat membebani negara-negara Asia Tenggara.<\/p>\n<p>\u201cLingkungan eksternal merugikan beberapa ekonomi Asia. Tarif yang dikenakan pada ekonomi Asia Tenggara menghapus manfaat dari kebijakan mereka yang seharusnya baik,\u201d kata Bris.<\/p>\n<p>Ia menambahkan bahwa faktor-faktor seperti mata uang yang kuat dan akses ke jaringan perdagangan menjadi pendorong utama daya saing jangka panjang. \u201cKonsensus terbukti bermanfaat bagi ekonomi, tidak seperti efek disruptif polarisasi,\u201d imbuhnya.<\/p>\n<p>Swiss, Singapura, dan Hong Kong memimpin peringkat 2025 sebagai ekonomi paling kompetitif di dunia. Negara-negara lain yang naik peringkat dalam 20 besar termasuk Kanada, Jerman, dan Luksemburg.<\/p>\n<p>10 Negara dengan Perekonomian Paling Kompetitif pada Tahun 2025:<\/p>\n<p>Swiss<\/p>\n<p>Singapura<\/p>\n<p>Hong Kong<\/p>\n<p>Denmark<\/p>\n<p>Uni Emirat Arab<\/p>\n<p>Taiwan<\/p>\n<p>Irlandia<\/p>\n<p>Swedia<\/p>\n<p>Qatar<\/p>\n<p>Belanda<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<div class=\"mh-excerpt\"><p>Daya saing global Indonesia mengalami penurunan tajam, turun 13 peringkat ke posisi ke-40 dalam Peringkat Daya Saing Dunia (WCR) 2025 yang dirilis oleh Pusat Daya Saing Dunia (WCC) IMD baru-baru ini. Negara ini kini tertinggal <a class=\"mh-excerpt-more\" href=\"https:\/\/www.ibnews.com\/id\/2025\/07\/08\/peringkat-daya-saing-indonesia-turun-13-peringkat-di-global-competitiveness-ranking-imd\/\" title=\"Peringkat Daya Saing Indonesia Turun 13 Peringkat di Global Competitiveness Ranking IMD\">[&#8230;]<\/a><\/p>\n<\/div>","protected":false},"author":2,"featured_media":0,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[2],"tags":[],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.ibnews.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/312"}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.ibnews.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.ibnews.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.ibnews.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.ibnews.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=312"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/www.ibnews.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/312\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":313,"href":"https:\/\/www.ibnews.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/312\/revisions\/313"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.ibnews.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=312"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.ibnews.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=312"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.ibnews.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=312"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}